Loading...

Minggu, 04 Januari 2009

Pasar Cipadu, Semakin Ramai



















Sejak pertama kali di buka pada tahun 2000 lalu pasar Cipadu dan sekitarnya kini semakin ramai dan kini menjadi pasar alternatif untuk perdagangan tekstil, garment, sprei dan bantal di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Pasar Cipadu terletak di keluarahan Cipadu, kecamatan Larangan Kotamadya Tangerang. Seiring dengan kemajuan Cipadu saat ini bukan hanya kawasan pasar Cipadu saja yang mengalami perkembangan tetapi juga daerah di sekitar Cipadu yang terbentang sejauh 4 km sepanjang jalan KH Wahid Hasyim mulai dari Kreo sampai ke Jurangmangu Timur berbatasan dengan jalan raya Ceger Pondok Aren.

Untuk sampai di Cipadu, bagi yang berasal dari kawasan Jakarta Selatan seperti Blok M, Fatmawati ataupun Pondok Indah bisa melalui jalan raya Cileduk Raya lewat Kebayoran Lama berjarak sekitar 12 km. Kalau dari daerah Jakarta Barat Grogol, Cengkareng dan Kebon Jeruk bisa melalui Joglo tembus ke jalan Raya Ciledug. Dari utara dari Tangerang dan Serpong bisa melalui Cipondoh ataupun melalui jalan tol BSD keluar di Pondok Aren, Bintaro keluar di Pondok Betung dan masuk di pertigaan PJMI Karya Indah Village II. Untuk lebih jelas bisa click di sini.

Untuk angkutan umum banyak sekali bus, metromini, mikrolet dan angkot yang melewati jalan Raya Cileduk baik dari Blok M, Kebayoran Lama, Pasar Senen, Tanah Abang, Tanjung Priok, Kampung Rambutan dan daerah lain.

Pada awalnya yang ramai adalah pertokoan Mulia Jaya yang dibangun oleh almarhum H. Mualih. Kemudian dibangun pula pertokoan Kospin Jaya di depannya, lalu dua blok lagi di sebelah utara dari Mulia Jaya. 2 tahun lalu dibangun pula 2 blok di sebelah utara. Belum lagi yang dibangun di lokasi yang agak jauh dari Mulia Jaya. Cipadu Squre dekat Kreo dan pertokoan Anugerah 1 dan 2 di ujung utara. Hingga saat ini hampir setiap bulan ada saja proyek pembanguan toko di sepanjang jalan sejalan dengan telah membaiknya kondisi jalan raya KH Wahid Hasyim setelah selesai di beton sejak 2 tahun lalu. Hingga saat ini masih ada kira-kira 1 km lagi yang belum selesai, entah kerena apa sebabnya sehingga tak diselesaikan juga.

10 tahun lalu tidak ada orang yang menyangka Cipadu akan berkembang seperti sekarang ini karena lokasinya yang jauh dari pusat-pusat perdagangan ataupun dari sumber bahan baku. Almarhum pak Haji Mualih yang memulainya sejak tahun 50an. Haji Mualih adalah orang Betawi seorang putera asli daerah ini. Yang menariknya beliau itu buta huruf latin dan hanya bisa membaca Al-Quran dan huruf arab. Awalnya beliau dipercaya oleh seorang saudagar Arab dari pasar Tanahabang untuk membuatkan pakaian pesanannya. Lama-lama kelamaan usaha beliau berkembang dan kemudian diikuti pula oleh orang-orang sekitarnya. Dari usahanya ini Haji Mualih berhasil membangun pasar Kreo pasar pertama di kawasan ini, kemudian membeli tanah disekitarnya dan termasuk tanah pertokon Mulia Jaya.

Sebagai seroang mulsim yang taat di kawasan pertokoan Cipadu Haji Mualih membangun sebuah mesjid besar yang luasnya hampir 1000m2! yang bisa memuat ribuan jemaah.
Sekarang usaha Haji Mualih diteruskan oleh anak-anak beliau yang jumlahnya lebih dari 10 orang.

Para pembeli pasar Cipadu bisa dikelompokkan kepada 2, pertama pembeli grosir. Mereka membeli bahan tekstil untuk keperluan kompeksi baik yang ada dilokasi ini ataupun dari tempat lain bahkan dari luar kota. Banyak dari kalangan perancang busana kelas atas berpelanja di di Cipadu. Bahan tekstil ini kebanyakan berasal dari Korea dan dari pabrik besar lain di Indonesia. Bahan Korea ini diimport langsung dan diborong dari pengusaha besar dan didistribusikan di Cipadu. Ada beberapa orang Korea yang mempunyai toko di sana.
Kelompok kedua adalah para pembeli ritel. Mereka datang setiap hari tapi kebanyakan mereka datang pada hari Sabtu dan Ahad dan hari libur lainnya. Mereka tertarik untuk berbelanja di pasar Cipadu karena harganya yang miring dan bersaing dengan harga dari pasar-pasar lain seperti pasar Tanah Abang, Mayestik dan Jatinegara. Tak jarang pula pembeli datang luar kota. Para pedagang pasar Cipadu bisa menekan harga jual karena harga bahan lebih murah dan ongkos produksi juga rendah karena mereka sendiri yang membuatnya.

Para pedagang grosir dan ritel kebanyakan adalah orang Minang baik yang lahir dan besar di Jakarta ataupun mereka yang baru datang. Mereka berasal hampir dari semua daerah di ranah Minang yang terbanyak berasal dari Pariaman, Lubuk Basung, Bikittinggi, Payakumbuh dan daerah lain.

Selain para pembeli bahan tekstil dan garmen sekarang di daerah Capadu perkembang pula usaha jual beli mesin jahit khusus untuk pengusaha garmen berikut service dan sparepartnya.

Semoga pasar Cipadu semakin ramai sehingga semua pihak yang terlibat akan menikmati keuntungan kalau boleh meminjam moto iklan sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta "pedangan dan pembeli sama-sama untung". Insya Allah.

Informasi ini dipersembahkan oleh:
 

6 komentar:

susi mengatakan...

assalamualaikum...pak taufik minta ijin copy poto pasar cipadunya ya......

KIM mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
KIM mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
KIM mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

thanks bgt atas info nya yah mas,

Kanaya eStore mengatakan...

Assalamualaikum...
Mas arifin... Saya pemain baru.. Saat ini prodak utama saya adalah gamis batik... Dan baju batik pria... Kalo mas arifin di bidang apa... Penjual grosir.. Atau konveksi